SELAMAT DATANG DI BLOG MAKALAH AUTOMOTIVE

Fungsi Sistem Pengisian


Fungsi Sistem Pengisian


Sistem pengisian menjamin ketersediaan listrik dengan cara mengisi kembali ke baterai. Baterai sebagai catu daya pada sistem pengisian untuk seluruh keperluan kelistrikan.






Saat mesin dari kecepatan rendah ke kecepatan sedang
Setelah mesin hidup, di stator coil terjadi tegangan dan juga tegangan neutral yang dihubungkan dengan kumparan voltage relay yang menyebabkan lampu mati. Pada waktu yang sama, tegangan output juga bereaksi pada voltage regulator sehingga arus yang menuju field coil dikontrol berdasarkan tegangan yang dihasilkan terminal B. Saat kecepatan mesin naik, tegangan yang menuju field coil akan melewati resistor sehingga arus menuju field coil dikurangi.





Jenis suspensi ada 2 macam :

1. Suspensi jenis Rigid
Suspensi tipe ini, roda kiri dan roda kanan dihubungkan oleh axle tunggal. Suspensi jenis ini banyak digunakan untuk mobil berat







Sifat-sifat suspensi Rigid :

• gerakan salah satu roda mempengaruhi roda yang lain
• konstruksi sederhana, perawatan mudah
• gerakan pemegasan sedikit mempengaruhi geometri roda
• memerlukan ruang pemegasan yang besar
• titik berat kendaraan tidak dapat rendah (kenyamanan kurang)
• massa tak berpegas (aksel, roda) berat (kenyamanan kurang)
• bodi sedikit miring pada saat belok




2. Suspensi jenis independen

Suspensi tipe ini, roda kanan dan kiri bergerak bebas (independen) karena tidak dihubungkan dengan satu axle. Suspensi ini banyak digunakan pada kendaraan berskala kecil







Sifat-sifat suspensi independen :


• gerakan salah satu roda tidak mempengaruhi roda lain
• konstruksi agak rumit
• membutuhkan sedikit tempat
• jarak roda dan geometri roda berubah saat pemegasan
• titik berat kendaraan dapat rendah (nyaman dan aman)
• pegas dapat dikonstruksi lembut (pegas tidak membantu mengantar gerakan roda)
• perawatan lebih sulit





Saat mesin dari kecepatan rendah ke kecepatan sedang
Setelah mesin hidup, di stator coil terjadi tegangan dan juga tegangan neutral yang dihubungkan dengan kumparan voltage relay yang menyebabkan lampu mati. Pada waktu yang sama, tegangan output juga bereaksi pada voltage regulator sehingga arus yang menuju field coil dikontrol berdasarkan tegangan yang dihasilkan terminal B. Saat kecepatan mesin naik, tegangan yang menuju field coil akan melewati resistor sehingga arus menuju field coil dikurangi.






Jenis suspensi ada 2 macam :

1. Suspensi jenis Rigid


Suspensi tipe ini, roda kiri dan roda kanan dihubungkan oleh axle tunggal. Suspensi jenis ini banyak digunakan untuk mobil berat






Sifat-sifat suspensi Rigid :

• gerakan salah satu roda mempengaruhi roda yang lain
• konstruksi sederhana, perawatan mudah
• gerakan pemegasan sedikit mempengaruhi geometri roda
• memerlukan ruang pemegasan yang besar
• titik berat kendaraan tidak dapat rendah (kenyamanan kurang)
• massa tak berpegas (aksel, roda) berat (kenyamanan kurang)
• bodi sedikit miring pada saat belok

2. Suspensi jenis independen
Suspensi tipe ini, roda kanan dan kiri bergerak bebas (independen) karena tidak dihubungkan dengan satu axle. Suspensi ini banyak digunakan pada kendaraan berskala kecil







Sifat-sifat suspensi independen :


• gerakan salah satu roda tidak mempengaruhi roda lain
• konstruksi agak rumit
• membutuhkan sedikit tempat
• jarak roda dan geometri roda berubah saat pemegasan
• titik berat kendaraan dapat rendah (nyaman dan aman)
• pegas dapat dikonstruksi lembut (pegas tidak membantu mengantar gerakan roda)
• perawatan lebih sulit








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar