SELAMAT DATANG DI BLOG MAKALAH AUTOMOTIVE

MOTOR STARTER



Pengantar



Motor Stater digunakan untuk menghidupkan mesin dengan memutarkan poros engkol melalui fly wheel.





Pengertian Dasar Motor Starter





Prinsip kerja dari motor adalah mengubah energi listrik seri DC mmenjadi 
energi gerak putar.

Hal ini sesuai dengan kaidah tangan kiri "Gaya Loren" yaitu jika pada suatu kawat penghantar dialiri arus listrik, maka akan timbul suatu medan magnet.
  • Ibu jari menunjukan gaya gerak listrik (GGL).
  • Jari telunjuk menunjukan arah medan magnet.
  • Jari tengah menunjukan gerakan arus mengalir.
Kegunaan Motor Starter adalah untuk membantu menghidupkan mesin dengan memutarkan poros engkol melalui fly wheel.





Komponen - komponen Motor Starter dan Fungsinya.







Yoke dan Pole Core


Yoke terbuat dari logam yang berbentuk silinder dan berfungsi sebagai tempat pole core yang diikat dengan baut. Pole core berfungsi untuk menopang field coil dan memperkuat medan magnet yang ditimbulkan.










Field Coil

Field Coil terbuat dari lempengan tembaga dengan tujuan dapat mengalirkan arus listrik yang cukup besar / kuat sehingga medan magnet yang dihasilkan lebih kuat.







Rotor (Armatur)

Armatur terdiri dari batang besi yang berbentuk silinder dan diberi slot-slot, poros,komutator serta armatur berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik dalam bentuk gerak putar.




Sikat (Brush)

Brush terbuat dari tembaga yang lunak berfungsi untuk meneruskan arus listrik darifield coil ke armatur coil langsung ke massa melalui komutaorBrush biasanya terdiri dari brush positif (+) digunakan untuk menghubungkan arus dari field coil kearmatur dan brush negatif (-) yang digunakan untuk menghubungkan arus dari armaturke massa.





Tuas (Lever)

Tuas digunakan untuk mendorong pinion gear ke arah posisi berkaitan dengan fly wheel dan melepas perkaitan antara pinion gear dengan fly wheel.








Stater Clutch

Stater Clutch berfungsi untuk memindahkan momen puntir dari armatur shaft kefly whell sehingga dapat berputar dan akan melepaskan dengan sendirinya bila putaran fly wheel lebih besar dari gear pinion.




Pengertian Selenoid (Otomatic Starter)


Selenoid berfungsi untuk memutus dan menghubungkan terminal C dengan terminal 30 sehingga arus langsung mengalir ke field coil sehingga medan magnet yang terjadi sangat besar. Selain itu selenoid, juga digunakan untuk menghubungkan dan memutus gear pinion dengan fly wheel.




Bagian – Bagian Selenoid

Pull In Coil :
  • Pull in coil adalah suatu kumparan yang bila dialiri arus listrik menimbulkan medan magnet yang berfungsi untuk mendorong plunyer sehingga gear pinionberhubungan dengan fly wheel.

Hold In Coil :
  • Hold ini coil suatu kumparan yang bila dialiri arus listrik menimbulkan  medan magnet yang  berfungsi untuk menahan plunyer sehingga mempertahankan gear pinion dengan fly wheel tetap berkaitan.


Pengetesan Pull in Coil


Hubungkan terminal (+) baterai ke terminal 50 motor starter.
Hubungkan terminal (-) baterai ke terminal C saklar starter dan bodi atau masa dari motor starter
Pull in Coil baik jika pada pengetesan ini plunyer tertarik ke belakang dan tuas mendorong over raning clutch ke depan.

 Pada pengetesan ini lepaskan hubungan terminal C ke field Coil
.







Pengetesan Hold in Coil

Seperti pada pengetesan pull in coil lepaskan kabel yang menghubungkan negatif baterai dengan terminal C. Pada pengetesan ini hold in coil baik jika posisi plunyertetap tertahan .












Pengetesan Kumparan medan

  1. Pemeriksaan Kontinuitas
    Dengan menggunakan ohm meter hubungkan kedua jarum ohm meter ke masing masing ujung kumparan. Harus ada kontinuitas di antara kedua ujung kumparan

  1. Pemeriksaan Hubungan dengan masa
    Hubungkan satu jarum ohm meter ke ujung kumparan dan jarum yang lain ke massa / bodi. Antara bodi dan kumparan harus tidak ada kontinuitas



  1. Pemeriksaan Hubungan Singkat
    Hubungkan jarum ohm meter ke armatur dan ke bodi masa. Antara armatur dan bodi harus tidak ada hubungan.
  2. Pemeriksaan Kontinuitas
    Hubungkan kedua jarum ohm meter ke armatur. Ubahlah posisi salah satu jarum melingkari permukaan komutator. Pada pengetesan ini harus ditunjukkan kontinuitas.







Pemeriksaan Sikat dan Pemegang Sikat
  1. Pemeriksaan Hubungan Singkat
    Hubungkan jarum ohm meter ke sikat negatif dan pemegang sikat positif dan pada pengetesan ini harus tidak ada kontinuitas.
  2. Ukur sikat dengan vernier kaliper. Ganti sikat jika melebihi batas minimal dari buku pedoman.
  3. Ukurlah ketegangan pegas sikat. Ganti jika ketegangan di bawah buku pedoman, ganti dengan yang baru.




Pengetesan Over Runing Clutch

Tahan roda gigi pinion dan putarlah kopling, kopling harus jalan bebas pada arah jarum jam dan terkunci pada putaran berlawanan arah jarum jam



Simulasi
Simulasi ini menjelaskan dengan melihat berbagai kerusakan pada motor starter.












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar