SELAMAT DATANG DI BLOG MAKALAH AUTOMOTIVE

Sistem Pengapian CDI


Mobil / kendaraan terdiri dari 6 ( enam ) bagian penting yang dikelompokkan menjadi:











Mesin tidak akan dapat hidup tanpa adanya sistem kelistrikan.Salah satu sistem kelistrikan adalah sistem pengapian otomotif (CDI).
Apa saja komponen dari sistem pengapian CDI?
Apakah fungsi dari komponen pengapian CDI?
Bagaimana cara kerja komponen tersebut?
Ingin tahu?




Komponen ini menerima tegangan tinggi yang dibuat di koil pengapian, dan membangkitkan bunga api guna mengapikan percampuran udara-bahan bakar di dalam silinder. Tegangan tinggi membangkitkan bunga api listrik di celah antara elektroda tengah dan elektroda massa.






Komponen ini menerima tegangan tinggi yang dibuat di koil pengapian, dan membangkitkan bunga api guna mengapikan percampuran udara-bahan bakar di dalam silinder. Tegangan tinggi membangkitkan bunga api listrik di celah antara elektroda tengah dan elektroda massa.

 Komponen Sistem Pengapian CDI

1. Baterai
Baterai adalah suatu alat electrochemical yang dapat merubah energi kimia menjadi energi listrik melalui reaksi kimia kelistrikan.

2. Kunci Kontak
Kunci kontak adalah alat/komponenmemutus dan menghubungkan arus dan tegangan dari baterai ke sistem pengapian.
Pada kunci kontak ini terdapat beberapa terminal dan cara kerja/hubungan ke masing-masing terminal pada  sistem pengapian.

3. Igniton Coil
Adalah alat yang bekerja menggunakan induksi elektromagnetik untuk dapat menaikkan tegangan baterai dari 12 volt menjadi 20.000 volt.


4. Unit Pemutus Arus

Unit pemutus arus adalah beberapa komponen yang menyatu dalam suatu rangkaian yang mengatur aktif atau tidaknya ignition coil dalam sistem pengapian.
Beberapa jenis unit pemutus arus :
  1. Pengapian konvensional menggunakan Platina.
  2. Pengapian Elektronik menggunakan :
    • Pengapian CDI menggunakan Thyristor / SCR dan Capasitor.
    • Pengapian Transistor menggunakan Transistor.


Distributor

Distributor adalah komponen pengapian otomotif yang terdiri dari beberapa bagian untuk menyalurkan arus tegangan tinggi.








6. Busi 
Komponen ini menerima tegangan tinggi yang dibuat di koil pengapian, dan membangkitkan bunga api guna mengapikan percampuran udara-bahan bakar di dalam silinder. Tegangan tinggi membangkitkan bunga api listrik di celah antara elektroda tengah dan elektroda massa.







 Cara Kerja Komponen Sistem Pengapian CDI


1. Baterai

Saat reaksi kimia (elektrolisa air) muncul di dalam elektrolit saat pengisian, hal itu disebabkan plat kutub positip membangkitkan oksigen dan plat kutub negatip membangkitkan hidrogen. Pada proses elektrolisa air, volume elektrolit menurun, sehingga membutuhkan pengisian kembali.









2. Kunci Kontak
Cara kerja kunci kontak adalah dengan memutar kunci kontak ke posisi yang kita inginkan. Setiap posisi pada kunci kontak akan menentukan hubungan kelistrikan pada rangkaian pengapian sehingga memfungsikan komponen.


Beberapa posisi kunci kontak yang mempengaruhi komponen pengapian :


  • ACC (Accesories) menghubungkan arus/tegangan dari baterai ke accesories mobil, contoh tape mobil ( sound system ).
  • OFF mematikan semua kelistrikan otomotif dari baterai ke rangkaian.
  • ON / IG menghubungkan arus / tegangan dari baterai ke ignition ( Coil + ).
  • ST ( Start ) menghubungkan arus / tegangan dari baterai ke M.Stater ( T.50 ) sehingga motor stater akan berputar menggerakkan mesin.







3. Igniton Coil





Cara kerja Ignition Coil adalah sebagai berikut:
Komponen ini meningkatkan tegangan baterai (12V) untuk membangkitkan tegangan tinggi di atas 10kV, yang perlu untuk pengapian. Primary dan secondary coil diletakkan saling berdekatan. Saat arus diberikan secaraintermittent ke primary coil, terciptalah saling induktansi. Mekanisme ini dimanfaatkan untuk membangkitkan tegangan tinggi pada secondary coil.
Koil pengapian dapat membangkitkan tegangan tinggi yang berbeda-beda sesuai dengan jumlah dan ukuran gulungan koil. Tegangan tinggi pada Pengapian CDI adalah pada saat arus dari kapasitor dengan cepat mengalir ke kumparan primer.






4. Unit Pemutus Arus



Pada saat rotor alternator (magnit) berputar terjadi induksi listrik yang akan menimbulkan arus listrik AC. Arus akan diterima oleh CDI unit dengan besar tegangan antara 100-400volt. Arus AC ini diubah menjadi arus setengah gelombang oleh diode dan disimpan oleh capasitor di unit CDI.






Distributor


Distributor bekerja menyalurkan tegangan tinggi dari ignition coil ke busi melalui urutan pengapian tertentu ( Firing Order ). Di dalam distributor ini terdapat beberapa komponen yang menjadi satu mempunyai fungsi tersendiri. 



Pada distributor dapat dibedakan menjadi 3 kelompok besar, yaitu :

  1. Kelompok kontak point/pemutus arus  yaitu Unit CDI dan komponen didalamnya.
  2. Kelompok pengatur pengapian yaitu centrifugal advancer dan vacum advancer.
  3. Kelompok penerus tegangan tinggi yang terdiri dari rotor dan kabel tegangan tinggi.
Penting ! Semua komponen mekanis dan elektronik yang bekerja didalamnya selalu berkaitan dengan putaran mesin.



6. Busi




Busi bekerja memercikan bunga api bila mendapat tegangan tinggi dari Ignition Coil untuk dapat melewati celah menuju ke massa. Tegangan tinggi ini menimbulkan bunga api dan suhu tinggi di antara elektroda tengah dan massa busi untuk menyalakan campuran udara dan bahan bakar yang dikompresikan. Busi harus bisa menjaga kemampuan penyalaan untuk jangka waktu yang lama, meskipun mengalami temperatur tinggi dan perubahan tekanan.












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar